Kisahnya Dalam Ceritaku

“aku adalah milikmu” inilah kata terakhir yang richo ucapkan. Waktu itu kami masih berumur 14 tahun… Memang aneh bocah ingusan seperti kami sudah merasakan yang namanya cinta. Entah cinta monyet atau apa. Awalnya kami hanya kenal karena kami berdua adalah anak tunggal serta orangtua kami yang saling kenal. Awal pertemuan kami sangatlah lucu soalnya ia menyebutku barby, katanya sih kulitku putih, manis juga tampak manis dengan gaun merah yang kukenakan

Tepat tanggal ini kami berpisah, richo ikut ayahnya ke prancis sedangkan aku tetap di indonesia. Maklum saja ayahnya rico itu merupakan ceo perusahaan fashion terkenal. Tepat hari ini kami berpisah juga ke-14 kalinya ia absen dalam hari ulang tahunku. Ini bukanlah waktu yang singkat, tapi lambat laun aku sudah tidak begitu mengingatnya. Tapi aku masih mengingat cinta kasihnya.

“happy birth day gadisku”. Entah dia siapa, tapi suaranya seakan familier. Saat aku balik badan kulihat seorang lelaki jakung yang berkulit putih. Refleks ia langsung memelukku. Aku hanya bisa berdiri terpaku dalam pelukanya.
“gimana kabarmu nindi?”. Sapanya dengan senyumnya yang mempesona.
“maaf siapa yah?..”
“siapa lagi yang memanggilmu gadisku selain aku”
“richo?.” kubenamkan diriku dalam pelukannya yang hangat.

Tak ada yang bisa kukatakan. Kini orang yang berjanji akan selalu ada untukku ada di hadapanku, dialah lelaki masa depanku richo risky pratama. Bagiku hanya dia lelakiku selamanya. Hanya dirinya dan dirinya seorang
“bagaimana kabarmu selama ini” tanyanya sambil menggengam tanganku
“14 tahun itu lama loh”
“iya deh maaf, tapi kau tetap gadisku kan?”
“hmm.. Aku tetaplah menjadi gadismu tapi aku tidak tahu mungkin saja ada orang lain”
“apa lagi yang harus kulakukan agar dirimu percaya bahkan aku rela terjun ke kolam renang demi kamu”
Ketika ia mengatakan itu kurasakan sebuah ketulusan, yah gimana tidak percaya soalnya richo itu alergi kaporit
“iya iya dari dulu hatiku memang hanya untumu puas”
Dia menggandeng tanganku. Tangannya selalu hangat sama seperti hatinya, 14 tahun berpisah seakan terbayar sudah dengan kehadirannya kini di depan mataku dengan sehat.

Malam semakin larut, ini adalah pesta yang paling mengesankan. Malam ini kudapati cinta pertamaku telah kembali

Dear diary
Tuhan terima kasih telah kamu ciptakan lelaki sebaik dirinya. Bagiku inilah berkah terindah yang telah engkau berikan padaku. Kuingin ia tetap bersamaku hingga ajal memisah. Yah allah jagalah ia untuk diriku, jangan biarkan ia terjeumus ke dalam dosa. Aku tulus mencintainya selamanya.
Selamat malam lelakiku. Sisihkan sedikit tempat untukku di sela sela mimpimu.

Miccimicci messengers miccimicci owachi. Hahaha ini adalah nada dering yang dibuat richo untukku, katanya sih nada dering itu pengisi kekosongan saat dia tidak bersamaku. Hari ini kami janjian untuk ngedate, entah dia ingin membawaku kemana katanya sih untuk menebus kesalahannya selama 14 tahun ini. Aku tak ingin kehilangan dirinya, wah surprise hari ini mamanya ngundang aku masak di rumahnya. Waktu itu aku lagi masak bareng sama mamanya. Kami memasak makanan kesukaannya. Yah bisa dibilang aku itu dekat banget sama mamanya (maklum calon mertua). Tapi setelah kami masak aku memanggilnya di balkon,
“ric masakanku enak loh, cobain dong”
“…” ia hanya merespon dengan senyumnya…
Akhirnya ia mengalah, disinilah awal kekecewaanku terjadi. Saat aku membuka inboxnya kulihat sebuah messenger bertuliskan. “… I belive you don’t have a girl friend”.. Seketika hatiku langsung remuk.. Tampa pikir panjang ke langsung mengabil sweater plus kunci mobil yang kuletakkan di kamarnya. Kupikir ia akan mengejarku ternyata tidak.

05.00 am. Handphoneku berdering ternyata ada messengers. Jeeeng sms itu dari richo.
By: kareshi
You are a sad because messenger in my inbox?…

Gue seakan butuh 15 menit untuk membalas sms ini,
To: kareshi
Aku nggak papa, tadi aku cuma tidak enak badan, makannya aku pulang.

By: kareshi
Seharusnya kamu minta aku anter kamu kok gitu sih?

To: kareshi
Aku tak ingin merusak acara makanmu. Sudahlah jangan pikirkan aku, oh iya aku tak akan menyakitinya, selama itu membuatmu nyaman.

Hp gue berdering kali ini bukan sms tapi telephone dari richo. Akhirnya ia menghubungiku via telephone.
“ada apa ric”
“nindi, kumohon percayalah hanya kamu gadisku”
“aku percaya”
“jika kamu percaya mengapa kamu bisa seperti ini. Haruskah kita seperti ini.”
“ric kamu tau kan dalam doaku terlintas kalimat, kuterima takdirku ini asalkan tuhan mau menjagamu. Asalkan dirimu bahagia sudah cukup untukku”
“nindi stop, kumohon jangan katakan itu lagi. Seharusnya aku yang menjagamu bukan kamu yang seharusnya bersifat gini”
“rico”
“nin tahukah kamu bahwa dari dulu aku sudah janji pada ayahmu bahwa aku kan menjadi pendampingmu selamanya”
“sudahlah ric aku ingin istirahat”

4 hari sudah kami pisah untuk sementara rasanya sudah setahun ricooo i miss you. Ribuan kenangan indah mulai menyeruak di otakku, mulai dari saat ia memangilku barby, mengajakku bermimpi ke disney land yang khusus untukku, saat ia membuatkanku mahkota dari bunga bunga kecil katanya aneh jika barby tidak pakai crown, saat kata “lo, gue” berubah jadi “aku, kamu”. Saat dia memanggilku gadisku. Kalau mau dijelasin mungkin ada ribuan lembar tapi ini semua sudah mewakili kebersamaan kami. Gue galauuuu banget, 4 hari ini sudah kucoba ntuk melakukan kegiatan lain seperti senam pita bagiku disinilah surga kecilku, dimana tubuhku seakan melayang mengikuti gerak pita yang anggun.

Micccimicci messenger miccimicci. Sebuah messenger bertengger di handphoneku. Yang bertumpuk di antara background dan nama pengirim sms itu. Dan jengjejeng jejenggg “kareshi”. Tampa pikir panjang aku langsung ngebaca isi smsnya bagaimana tidak ini sms dari rico.

By: kareshi
Aku suka sama kamu nin aku tak bisa lepas darimu. Kumohon jangan seperti ini. Hanya kamu wajahku juga tempat pertama dan terakhir haatiku berlabuh. Nindi katakan sesuatu sebelum aku mati karena pisah denganmu.

Aku lebih memilih ngebalesnya via bbm.
Richo. Tau tidak bahwa hanya kamu lelakiku, tau tidak bahwa aku sudah memaafkanmu dari dulu. Aku sengaja memutuskan untuk kita bisa ngetes seberapa dalamnya rasaku terhadapmu dan ternyata hidupku hanya bisa tercharger olehmu, anyway semenjak kita pisah aku menciptakan tarian yang indah untukmu. Nanti kamu harus ke tempat latihanku pukul 3 sore. Jalan yuk

1 menit kemudian handphone gue berdering ternyata balesan dari richo.
Makasih yah gadisku. Nanti aku sekalian jemput kamu. Nggak sabar lagi nih.

“kamu tambah sempurna hari ini” celoteh richo stelah melihatku menari.
“masa sih, jadi malu deh”
“gadisku gitu, tapi ingat jangan besar kepala” dia lalu mengelus kepalaku lalu merangkulku. Membenamkan kepalaku dalam hangatnya dirinya.
“richo, aku bukan kucing kamu”.
Ia lalu tertawa memamerkan deretan giginya yang rapi. Lalu kembali merangkul pundakku dan membawaku untuk pulang. Eits nyari makan…
Selama di mobil kami hanya memilih diam, diam dan diam. Soalnya kami masih canggung untuk berbicara

Kami sampai di sebuah kafe. Kalian pasti sudah tahu apa yang akan kami lakukan di kafe ini, yang pasti bukan untuk memeriksa kondisi badan. Saat ia memanggil pelayan dan memesan makan. Richo sudah pasti memesan steak wogyu sedangkan aku hanya memesan salad buah juga juga mix jus. Hmm setiap ia memesan makanan aku selalu bingung soalnya makannya itu banyak tapi tubuhnya tetap aletis.
“nindi” tanyanya dengan tersendak sendak
“iya ada apa”
“mau nggak jadi pacar aku”
“ngetes lagi deh, kamu itu sepotong hatiku yang pertama dan terakhir”
“aku serius, aku ingin memperjelas hubungan kita” suaranya sedikit parau lalu yang membuatku shock adalah cincin couple yang disematkannya untukku.
“sebenarnya hatiku ini hanya untukmu, bagaimana kalau aku menolak… Untuk tidak menjadi pacarmu”
“…” richo refleks berdiri dan merangkulku, sebuah kecupan mendarat pas di pipi kiriku.

Sebenarnya dari dulu kami itu tidak pernah pacaran tapi kedengaran atau kelihatan saja seperti sepasang kekasih, tapi dalam lubuk hati kami memang menginginkan sebuah status seperti ini. Sekarang aku nindi queenyswara resmi menjadi pacar atau teman hidup richo risky pratama. Tak akan mengkhianatinya sampai kapanpun. Itulah ikrarku tapi kalau dipikir-pikir kok kayak ijab kabul yah. Tau lah yang jelasnya aku bersungguh sungguh atas rasa ini…

Moments in my love story

Entah sudah berapa messenger masuk di handphoneku, isinya itu hanya “pagi bidadariku, i wish this is a good day”. Tanpa pikir panjang aku langsung menelfonnya.
“udah bangun yah” tanyaku dengan nada manja..
“loh kok kamu tidak ada sih di samping aku”
“maaf yah tadi aku tak tega membangunkanmu dari tidurmu soalnya wajah kamu itu manis banget kalau lagi tidur”
“manis atau konyol?”
“manis lah, oh iyah aku sudah siapkan sarapan untukmu di meja makan ok”
“baiklah nanti aku habiskan”
Inilah kami setelah resmi pacaran. Kami seakan berada di rumah yang sama dan hidup bersama. Ini seakan menjadi pelengkap atau candi’s in my love story. Semoga ini menjadi awal kehiduan kami. Menjadi awal kehangatan kami di masa depan. Oh iya hari ini aku ada les nari, telfon richo ah pasalnya sopir aku lagi sakit. Males bawa mobil maklumin aja parkirnya susah.
“assalamu alaikum, pak richonya ada” berhubung hari ini aku sedikit jauh dari kata “waras” jadi nggak papa dong konyol dikit.
“maaf ini siapa” jawab richo yang ikutan konyol
“siapa lagi cewek yang membuat richo tergila gila” jawabku angkuh
“oh nyonya, perlu saya panggilkan den richo”
“nyonya?”
“iya mba kan istrinya den richo”.
“richo” jawbku mengakhiri kekonyolan hari ini
“kenapa sayangku ada yang salah”
“kejauhan banget”
“biarin untung untung doa”
“terserah mau nggak ngantar aku”
“hmmm entar aku jemput oh iya bisa tidak buatin aku sarapan?”
“sushi teriyaki?”
“terserah kamu deh sayang yang jelasnya bukan salad”
“ok nanti jam 9 stand bay depan depan rumah yah”
Kupencetnya tuts di hand phone yang ada di genggamanku ini, seraya menutup pembicaraanku dengan richo or my prince, lalu mandi.

Sehabis mandi aku mengenakan dreass pink peace di bawah lutut. Entah itu apa tiba tiba mama richo nelfon aku
“yang tabah sayang”. Tangisku pecah saat mamanya mengucapkan kata itu. Richo terbaring di rumah sakit. Ia kecelakaan saat ingin ke rumahku. Sekarang ia koma. Itu semua karena aku. Kini tubuhnya terbalut perban putih, matanya yang sipit kini tertutup rapat. Tapi mukanya seakan berkata bahwa ia hanya istirahat.

Dear diary
Rico kecelakaan. Terakhir kali aku menulis disaat rico datang dan sekarang disaat richo setengah tiada. Yah tuhan jangan ambil dia. Hanya dia yang ku mau. Biarkan ia tetap bersamaku. Ambillah aku jika engkau mau.. Yah allah katakan richo, sanpaikan pesanku bahwa aku sangat menyayanginya. Aku hanya ingin melihat matanya terbuka, bibirnya mengatakan “gadisku”, tangannya yang selalu merangkulku, dan hatinya yang selalu ada untukku. Richo kumohon bertahanlah. Kita kan selalu bersama,

Sudah dua bulan richo terbaring tanpa kata. Matanya masih tertutup rapat. Tapi wajahnya tetaplah sama sekan ia sedang tertidur. Selama satu bulan ini aku tetap disisinya. Menemaninya berperang melawan rasa sakitnya, aku kan ketus begini hingga ia mau membuka kembali matanya. Aku tahu jika ia melihatku begini ia tak akan rela tapi aku tidak bisa tanpanya. Kata mamaku terakhir kali mataku sembab disaat aku dan richo berantem dan sekarang ia melihat mataku sembab setiap hari. Tak peduli apapun itu aku akan tetap menantimu kembali walaupun itu seribu tahun lamanya. Oh iya sebenarnya ini adalah anniversarry kami. Setahun usia pacaran kami. Tapi kini engkau tidak bisa merayakannya. Richo kuingin ke pantai bersamamu. Menari di bawah cahaya sunset untukmu. Semuanya semuanya ingin kulakukan bersamamu. Aku rindu tatapan matamu, aku muak dengan semuanya. Aku benci melihat melihatmu seperti ini. Katanya kamu tidak mau melihatku menangis. Tai kenapa? Kenapa sekarang kamu tak mau bangun. Betahkah dirimu melihatku seperi ini. Untuk anniversarry kita ini kumohon agar engkau mau bangun dari tidur panjangmu itu.

Aku memakai drease warna kuning yang kata richo dreas ini sangat ia suka. Di kepalaku tersemat jepitan rambut berbentuk topi kecil dangan bayi beruang. Tak lupa aku mengenakan parfum kesukaannya, yang ia berikan setahun yang lalu di acara ulang tahunku.

Dear diary
Aku hanya berharap tuhan mau meminjamkan sedikit mimpinya untukku. Aku hanya ingin bersamanya selalu. Dan di hari ini semoga ia mau membuka matanya. Oh iya baju ini akan aku kenakan 100 tahun disetiap acara acara kita, parfum ini akan kupakai selama seribu tahun pertanda engkau selalu bersamaku. Walaupun nantinya umurku tak sampai seribu tahun tapi aku hanya berharap di kehidupan selanjutnya engkau mau memilihku sebagai bidadarimu.

Aku berangkat ke rumah sakit dengan mamaku. Aku membawa kue tart, juga sekeranjang bunga mawar biru kesukaan kami.
“mah tinggalkan aku sendiri” katak kepada mama saat aku mengabil keranjang mawar biru itu dari tangannya.
“richo, tahu tidak ini hari apa?” ku berbisik di telinganya.
“hari dimana engkau mengucapka sebuah janji kepadaku. Sekarang kumohon bukalah matamu. Tatap aku disini. Ingin pergi kesana dengan dirimu. Katanya kamu kan selalu ada untukku apakah sekarang kamu ingin pergi tanpa kata”.
Keajaiban mulai terjadi jari jemarinya mulai bergerak, entah ini pertanda apa kini ia mulai berangsur sadar.
“…” ku berlari di koridor rumah sakit tanpa mempedulikan mamaku yang bingung akan sikapku. Kini hanya satu yang menjadi tujuan yaitu memanggil dokter agar ia tetap selamat, “richo bersabarlah dan berjuanglah. Kita kan selalu bersama”

Tubuhnya kini memakai jas pengantin berwarna putih dengan dasi kupu kupu di lehernya. Seperti diriku sendiri yang sekarang memakai gaun berwarna pink peach. Seperti harapan kami beberapa tahun lalu. Alhamdulillah kini aku sudah resmi menjadi wanitanya selamanya, dan ia kini menjadi lelakiku sampai wajah ini mengkeriput atau hingga raga ini tak bernyawa. Di tangan kami kini melingkar sebuah cincin pertanda tak ada lagi menjadi pemisah di antara kami. Inilah awal kisahku bersatu dengannya atau bisa saja akhir cerita kami.

Yah benar richo kini bangun dari mimpi indahnya. Kini di umur kami yang ke jalan 29 kami telah berada dalam satu keluarga aku nindi quennyswara, suamiku richo risky pratama dan putri satu satu kami rafiqah naura azhari. Inilah keluarga kecil kami yang sekarang dikarunia putri kecil yang sangat manis dan pintar.
Celotehku yang terakhir. Hehehe
Hmmm.. Kini ia menjadi lelakiku.. Walaupun baru seumuran jagung tapi kini terasa lebih matang. Yah tuhan jagah ia di setiap langkahnya, biarkan ia hidup untuk aku dan putri kami. Biarkan aku hidup mengabdi untuk menjadi istri terbaik yang akan mengurusnya hingga saat nanti. Berkahilah keluarga kami. Oh iya terima kasih telah engkau sampaikan kerinduanku terhadapnya. Aku janji akan menjadi istri yang baik untuknya selamanya

Hmhmhm itu semua hanyalah khayalan, sebenarnya richo sudah pergi. Aku yakin di alam sana dia tetap menungguku. Dan saat aku pergi nanti ia akan datang menjemputku. Tunggu aku kareshiku

Cerpen Karangan: Cah Aizani